Berita TV itu menyiarkan bahwa lapisan ozon sudah tipis. Bahkan kata sipembawa berita sudah bolong bahkan terus melebar lobangnya.
Ngerii juga mendengarnya. Para peneliti ahli dari Amerika serikat sana bahkan ada yang sudah memprediksi kapan akan terjadi Armageddon, alias Kiamat !! Bahkan santer terdengar tahun 2012 akan ada kiamat besar dan mengakibatkan sejarah manusia dibumi akan lenyap selama-lamanya. Masih kontroversi, soalnya dengar-dengar ini semua hanyalah ramalan dari suku Indian. Tepatnya suku bangsa Aztec yang meramalkan.
“ Za, kamu itu sudah siap-siap belum?” Ujar Bu Turjo.
“ Siap-siap apa Bu?”
“ Siap-siap MATI”
Aku langsung bergidik.
“ Ah Ibu ni lho, kalau ngomong suka nakutin !” Ujarku sambil masih kaget.
“ Lha itu, katanya mau kiamat… Tahun 2012 toh?? Ayo buruan kelarin kuliahnya, trus nikah… Entar nyesel lho “ Ujar Ibu Turjo sambil kedua matanya kiyip-kiyip menahan kekecutan rasa Mangga setengah matangnya.
“ Calonnya aja belum ada… “
“ Ah sudah Ibu duga… “
Aku hanya diam saja. Sambil masih melanjutkan mendengarkan berita tentang bolongnya lapisan ozon di TV. Sementara diluar sana, Pak Turjo dan Kirana sibuk dengan mangganya. Kirana yang sepertinya paling antusias. Teriakannya yang khas itu memekik dan menggema ditelingaku. Bahkan sampai aku tidur dan dikampus terkadang masih teringat suara khas Kirana.
Kirana masih sekolah, ia SMA kelas tiga. Sebentar lagi lulus. Katanya sih setelah lulus ia tidak mau kuliah. Pernah aku bertanya, ‘Kenapa enggak mau lanjutin kuliah?’ jawabannya apa coba?
“ Aku enggak mau seperti Mas Choy, enggak lulus-lulus “
NYELEKIT BANGET ENGGAK??!!
Kalau bukan anaknya si pemilik kos sudah aku cekik dan aku perkosa saja dia! Eh jangan ah, sadis amat… itulah bedanya Kirana dan Shanty. Shanty adalah kakak Kirana. Ia kuliah juga satu universitas denganku namun beda jurusan. Ia mengambil jurusan yang paling aku benci. Bahkan mungkin dibenci oleh seluruh orang didunia. Yaitu Jurusan Matematika!!
( Otaknya encer bro… )
“ Bu, ngomong-ngomong Shanty kemana? “
“ Woh.. iya ya?? Lama bener dia beli pulsa?? “
Tak lama setelah itu suara Shanty masuk ruang tamu mendahului badannya.
“ Assalamualaikuuumm!!”
“ Wa’alaikumsalammm!!” Teriakku dan Ibu Turjo. Kirana dan Pak Turjo juga ikut menjawab.
“ Lama bener beli pulsanya Shan?” Ujar Ibu Turjo.
“ Waktu berangkat, ban tiba-tiba bocor dijalan! Trus aku tuntun sampai perempatan jalan! Untungnya disana ada tukang tambel ban! Ya aku tambel dulu! Trus kan tadi bawa duitnya goceng doang yang rencananya mo beli pulsa! Sekarang habis buat mbayar Tukang tambel ban…!! Huh!! “ Ujarnya panjang lebar didepan ku dan Bu Turjo.
Ia kemudian ngeloyor masuk kamar. Sementara tadi aku melihat keringatnya masih sejagung-jagung.
“ Ohh nambel Ban… “
Aku mengangguk. Soalnya Ibu Turjo bilangnya ngadep ke wajahku.
“ Kalau ban bisa ditambal, kalau bumi bisa ditambal juga gak, kalau bolong ??”
Bibirku segera ngenyem dan menghela nafas mendengar ucapan Ibu Turjo.
“ Yang bolong kan Lapisan Ozon, Bukan Bumi? Cape’ Deeh.. “ Ujarku.
0 komentar:
Poskan Komentar